TEORI PENGAPUNGAN BENUA

Bentuk permukaan Bumi terdiri atas daratan dan juga samudera atau macam-macam laut. Bentuk daratan yang ada di Bumi tergambar dalam bentuk pulau. Pulau- pulau yang berdekatan dalam jumlah besar membentuk sebuah benua. Ada enam benua di dunia, dan salah satu diantaranya tidak dihuni oleh manusia karena terletak di kutub selatan Bumi dan berupa es abadi.
Bentuk dan letak benua tampaknya adalah statis atau tetap. Namun tahukah Anda bahwa benua ini bergerak, meskipun tidak terlihat atau terasa secara langsung tapi benua ini bergerak perlahan- lahan. Hal ini dipelajari dalam suatu teori mengenai benua. Salah satu teori tentang benua yang dikenal adalah Teori Apungan Benua. Mengenai teori ini kita akan membahas dalam artikel ini secara lebih lengkap

Teori apung benua atau Pangea merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa jutaan tahun silam, Bumi ini hanya memiliki satu ekosistem darat yang sangat besar yang disebut dengan Pangea. Lalu karena alasan tertentu yang belum diketahui secara pasti, benua besar atau Pangea ini pecah kemudian bagian dari pecahan-pecahan tersebut hanyut ke arah yang berlawanan atau berjauhan sehingga menjadi bagian bagian tertentu yang terpisahkan oleh lautan atau selat.
Kemudian teori ini disambungkan dengian teori yang lain. Teori selanjutnya menyatakan bahwa benua- benua tersebut akan terus mengapung di atas perairan sehingga daratan- daratan tersebut bertemu kembali dalam konfigurasi yang berbeda.
Teori Apung Benua ini menjelaskan bahwa kedudukan benua di Bumi ini menyerupai batu apung yang mengapung- apung yang bergerak seiring dengan pergerakan lempeng di bagian bawah kulit bumi. Pencahan Pangea ini menjadi benua yang lebih kecil yang dinamakan Laurasia dan Gondwana.
Pecahan Pangea menjadi dua daratan ini terjadi pada zaman dinosaurus. Kemudian pada akhir periode Cretaceous benua- benua sudah terpecah menjadi lima, kemudian benua Amerika sekarang dipecah menjadi Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Semua teori yang berasal dari ilmuwan memiliki manfaat atau fungsi untuk kehidupan manusia di Bumi. Hal ini termasuk pula dengan teori apung benua. Dengan mempelajari teori apung benua maka kita dapat mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan sejarah terbentuknya Bumi atau daratan hingga menjadi bentuk benua seperti saat ini. Teori apung benua atau Pangea memiliki beberapa keunggulan untuk membuktikan kebenaran teori ini. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh teori apung benua antara lain sebagai berikut:

  • Terdapat kesamaan copypaste garis pantai timur Amerika Utara dan Amerika Latin dengan garis pantai barat Eropa dan juga Afrika.
  • Daratan Greenland semakin lama semakin bergerak menjauhi Eropa, hal ini bisa diukur setiap tahunnya yang menimbulkan ukuran laut pemisah yang semakin lebar.
  • Daratan Madagaskar semakin hari semakin menjauhi Afrika
  • Benua Amerika perlahan- lahan selalu bergerak ke arah barat. Hal ini menyebabkan Samudera Atlantik semakin lama semakin meluas.
  • Batas Samudera Hindia semakin mendesak ke arah utara.
  • Terdapat aktivitas seisme di patahan St. Andreas.

Nah itulah beberapa keunggulan atau kelebihan yang dimiliki oleh Teori Apung Benua atau Pangea. Kelebihan ini akan memberikan nilai kebenaran dalam teori ini karena disesuaikan dengan kondisi sebenarnya yang ada di bumi.
Demikianlah sekilas penjelasan mengenai Teori Apung Benua atau Pangea. Semoga apa yang kami sampaikan memberikan manfaat bagi kita semua.
penggambaran teori pengapungan bumi
Image result for teori pengapungan benua
source:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH-W5slT4rqVtPJGu5jW7JxZHsx5NRzGOAUx3ghYc-9-A46ZUVgpf7zdns34g8daBFu3kPdIUDhAehf29iM6UGtFBYjicLo8kNEMCPe6-8dlpOrMOKZj2L2bpPib454G-aEkCYqkFcmFk/s1600/9676059.jpg











Comments

Popular posts from this blog

teori pembentukan bumi

facts about the universe